Text
Chairil Anwar : bagimu negeri menyediakan api
Chairil Anwar bukanlah sastrawan yang hanya merenung di balik meja lalu menulis puisi.
Sajak "Diponegoro" yang petilannya menerapkan kata-kata Maju Serbu Serang Terjang, misalnya ia tuliskan untuk menggelorakan kembali semangat juang. Melalui sajak ini, ia mengungkap sosok Diponegoro yang kuat dan liat menghadapi Belanda.
Chairil tegas melawan kolonialisme. Sebuah kutipan populer yang menandakan semangat itu terambil dari puisi itu : sekali berarti, sudah itu mati.
Tidak tersedia versi lain