Bibliografi halaman 397-400. Peningkatan apresiasi masyarakat luas terhadap sastra (tentu saja puisi) sangat penting artinya dalam menunjang perkembangan kebudayaan suatu bangsa. Apalagi sastra sering pula disebut-sebut sebagai sebuah "dunia" yang menawarkan moral, yang sesungguhnya sangat dibutuhkan oleh suatu komunitas masyarakat yang "sehat". Apresiasi tinggi terhadap sastra (termasuk terha…
Shalom Mawira kehilangan ayahnya yang tak kembali dari melaut. Bertahun-tahun setelah itu, dia terus menunggu. Dengan gigih dia menjaga Sangihe, merawat lorong-lorongnya, supaya ayahnya dapat menemukan jalan pulang. Sayang, sebuah perusahaan asing mengendus kekayaan emas di perut bumi Sangihe. Dengan keras kepala orang-orang yang berlindung di balik kekuasaan itu berusaha mengeruk dan mencemari…
Sepertinya masalah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup Anjani beberapa tahun terakhir. Ayahnya yang belum lama meninggal dunia ternyata memiliki anak laki-laki dari perempuan lain, dan harus tinggal dengan mereka. Ibunya menderita berbagai penyakit komplikasi yang nyaris menguras segala yang mereka miliki. Anjani tidak punya waktu untuk urusan asmara. Apalagi dengan seorang laki-laki yang…
Leanna ‘Leah’ Andradea berhenti memercayai cinta setelah dicampakkan sebulan sebelum pernikahannya. Kini, Leah fokus pada organisasi nirlaba dan aplikasi food rescue yang ia kembangkan. Namun, kehadiran Pascal Gautama Hamid, CEO perusahaan robotic vertical farming, mengacaukan semua rencananya. Karena telah jatuh cinta sejak pandangan pertama, Pascal tidak membuang waktu untuk mendekati Lea…
Judul asli : Nawal el-Saadawi, Women at point zero. Dari balik sel penjara, Firdaus -- yang dijatuhi hukum gantung karena telah membunuh seorang germo -- menceritakan liku-liku kehidupannya. Dari sejak masa kecilnya di desa, hingga ia menjadi seorang pelacur kelas atas di Kota Kairo. Ia menerima dengan gembira hukuman gantung itu. Bahkan dengan tegas ia menolak grasi kepada presiden yang diu…
Judul asli : Veinte Poemas de Amor Y Una Cancion Desesperada. Pagi yang penuh badai di jantung musim panas. Awan berarak seperti sapu tangan putih perpisahan, angin melambai-lambaikan mereka di gerak tangannya. Jantung angin yang tidak terbilang jumlahnya Mengalah-alihkan kesunyian kita dalam cinta. Berdengung di sela pepohonan, agung bagai orkestra, seperti bahasa dipenuhi peperangan dan…