Novel “Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990” menceritakan kilas balik Milea pada tahun 1990. Pada tahun tersebut, Milea hanyalah remaja SMA pindahan dari Jakarta ke Bandung. Milea memiliki kehidupan layaknya anak SMA. Semuanya berubah ketika seorang remaja pria bernama Dilan mengajaknya berkenalan di suatu siang pada saat jam pulang sekolah. Kisah pun bergulir. Milea mulai menemukan keserua…
Setelah enam bulan belajar di Kuba, pada 7 Maret 1997 aku akhirnya kembali ke Indonesia yang tengah memanas menjelang pemilu. Aku bertemu lagi dengan hiruk pikuk politik yang mewarnai suasana saat itu. Aku juga bertemu dengan Ancika, pacarku, setelah empat tahun sejak hubunganku dengan Lia berakhir. Di tengah semua itu, Lia muncul lagi dan apa yang kemudian terjadi memang begitulah yang terj…
Buku ini adalah perayaan ide, karnaval anarki wacana. Semacam jaz yang improvisasi kecerdasannya begitu nakal dan semena-mena. Tidak disarankan bagi para intelektual yang arif dan bijaksana. -Prof. Dr. Bambang Sugiharto, Guru Besar Filsafat di Unpar dan ITB
Setelah putus dengan Milea, Dilan menjalin persahabatan dengan Ancika Mehrunisa Rabu, yang kemudian berkembang menjadi kisah cinta. Kisah Dilan bersama Ancika ini kemudian ditulis oleh Pidi Baiq dalam novel berjudul Ancika: Dia yang Bersamaku Tahun 1995. Ancika akan menceritakan kisahnya bersama Dilan ketika Ancika berumur 17 tahun dan masih seorang siswi SMA. Dilan sendiri, saat itu, sedang…
Perpisahan adalah upacara menyambut hari-hari penuh rindu. -Pidi Baiq
"Jika aku berkata bahwa aku mencintainya, maka itu adalah sebuah pernyataan yang sudah cukup lengkap." - Milea "Senakal-nakalnya anak geng motor, Lia, mereka shalat pada waktu ujian praktek Agama." - Dilan