Jika kau mengikuti jalan setapak di pemakaman umum yang dipenuhi kelopak bunga putih dan merah yang berguguran akan kau temukan waktu-waktu bernyanyi, yang merupakan lentunan cahaya dan dia yang meraba-raba huruf braille di udara, seorang orang suci yang bodoh. “Pisang di Pulau Jawa” dan “Puncak” adalah sajak pembuka dan sajak penutup yang dituliskan Choi, Jun dalam kumpulan sajaknya y…