Zac Eiser, lelaki ceria yang mudah bersahabat, sempat berbagi kisah saat SMA dengan Kaciva Hanum, gadis pendiam yang selalu merasa asing di tengah keramaian. Namun, hubungan mereka berakhir samar sebelum sempat dimulai. Tahun berganti, dan jarak memisahkan. Mereka hilang kontak tanpa tahu keduanya berkuliah di kota yang sama, bahkan tinggal bersebelahan. Hingga suatu malam di Margaret Court …
September, 2016. Aksi unjuk rasa mahasiswa kala itu di bawah pimpinan sosok Rajendral dengan pengeras suara andalannya. Takkan satupun yang sadar, gadis marga Selatan terbuai oleh keelokan gagahnya Rajendral kala itu, hingga pada akhirnya gadis itu memulai lebih dulu untuk memulai interaksi dengan sang pujaan hati. Facta sunt potentiora verbis: Perbuatan atau fakta jauh lebih kuat dari kata…
Menjadi anak bungsu dari sebuah keluarga tidak membuat seorang Sakeza Labiru Boediman sekali pun terlintas akan menyukai laki-laki yang lebih muda dari usianya. Kriteria untuk menjadi pacarnya sudah jelas, laki-laki yang lebih tua atau seumuran dengannya. Sebelum akhirnya, laki-laki bermata biru itu mengetuk pintu hati Sakeza secara tiba-tiba.
Hi, Jan Adam! merupakan lanjutan dari Novel Hi Berlin 1998, adalah sebuah karya yang menyajikan kisah penuh kehangatan dan pesan moral yang menyentuh hati. Ditulis oleh Wahyuni Alb, buku ini mengajak pembaca untuk menyelami perjalanan Jan Adam, seorang tokoh yang menghadapi berbagai tantangan hidup dengan keberanian dan ketulusan.
Rajendral dan Skala bertemu dalam satu ekskul yang sama, bersanding bersama untuk menyatukan bakat mereka, yakni beradu argumen. Namun, sayangnya semesta tak berpihak pada dua insan yang tengah menguarkan tawanya, kehadiran sosok gadis dengan marga Swara itu mengambil alih posisi Skala sepenuhnya dari kehidupan Rajendral. Namun, Rajendral dan Skala kembali dipertemukan karena senasib baik m…